Jawabanku…

Tanpa terasa… Bulan April akan segera berakhir… Bulan keempat dalam kalender Masehi ini, akan segera berlalu dan disongsong dengan kehadiran Bulan Mei, yang bisa dikatakan adalah bulan istimewa dalam hidup saya. Pada bulan Mei, saya dilahirkan, ibu saya hadir ke dunia, dan di bulan Mei pula, saya resmi menuntaskan pendidikan strata 2 (S2) saya.

Namun, di 2013, April adalah bulan yang lebih bermakna sepertinya. Bagaimana tidak, pada akhirnya di bulan April, saya berhasil merasakan sebuah apresiasi sekaligus kecaman atas hasil kerja saya, dari khalayak ramai.

Sanjungan dan caci maki, yang saya terima terkait pekerjaan saya sebagai salah satu tim penulis Khazanah di Trans|7, sejatinya membanggakan saya. Setelah bekerja selama kurang lebih 5 tahun, pada akhirnya tulisan saya dan tim, mendapatkan atensi yang luar biasa. Hasil survey AC. Niellsen memang menjadi salah satu tolak ukur. Namun, apresiasi terbesar, justru dirasakan dampaknya, ketika ada laporan dari beberapa pihak atas konten Khazanah.

Kami, tim penulis dan seluruh jajaran redaksi, dituding telah berupaya memecah belah umat, sehubungan dengan gaya penulisan dan penyiaran kami. Inilah pencapaian terbesar saya sepanjang perjalanan profesi saya. Pelaporan itu, menjadi sebuah dasar, bahwasannya tulisan kami, mendapatkan atensi sekaligus telah diakui sebagai bahan diskusi sekaligus perdebatan. Luar biasa. Bolehlah saya kata, akhirnya kami mampu menyuarakan gagasan, ide dan pemikiran yang berdasarkan fakta yang diakui keberadaannya.

Pelaporan Khazanah ke Komisi Penyiaran Indonesia, sejatinya menyadarkan kami, bahwa tayangan kami, tak hanya ditonton, namun juga diresapi makna dan dipahami maksudnya. Buntut pelaporan tersebut, kami menjadi lebih bangga lagi, bahwa ternyata banyak sekali dukungan kepada kami. Jelaslah sudah, seluruh konten dalam Khazanah, sejatinya merupakan sebuah fakta, buktinya banyak yang setuju meski pada akhirnya banyak yang merasa kontra juga. Namun, akhirnya, permasalahan pro dan kontra di KPI atas masalah konten Khazanah, bisa menemukan jalan tengah, tanpa adanya teguran atau sanksi tertulis dari KPI.

Ketika perdebatan dan mediasi kami di KPI dengan para pelapor telah menemui titik tengah, saya akhirnya memutuskan untuk menuliskan jawaban saya, atas posting saya di grup sebuah social media…

ini link-nya…

https://www.facebook.com/groups/TOLAKKHAZANAHTRANS7/164383300391390/?comment_id=164388980390822&notif_t=like

Mengapa saya menyatakan bangga, mungkin sudah tersirat diatas…

Tapi, dari postingan dan comment, bolehlah saya kata, seluruh penulis komentar negatif, sejatinya telah salah sekaligus keliru dalam menyarikan isi mediasi kami di KPI. Buktinya tampak nyata, ketika mereka menuliskan nama Ibu Dini dari Trans|7 menyatakan minta maaf.

Yang perlu anda tahu, tidaklah ada nama Ibu Dini dalam jajaran redaksi Khazanah, apalagi hadir dalam mediasi di hari Rabu, 17 April 2013. Kesalahan yang kedua terletak pada pernyataan mereka bahwa Khazanah meminta maaf atas konten Khazanah yang “katanya” tidak terkontrol. Yang perlu dijelaskan, Ibu Titin Rosmasari, sebagai Pemimpin Redaksi Khazanah, memang meminta maaf. Namun yang perlu diperhatikan, bahwa permintaan maaf itu diucapkan karena adanya keresahan, karena tayangan kami. Pemimpin Redaksi menyadari bahwa Khazanah pada akhirnya mengangkat sebuah isu sensitif, namun jajaran Redaksi  memastikan bahwa konten kami seluruhnya memiliki landasan yang jelas, sehingga bukanlah sebuah tayangan tanpa kontrol. Keresahan yang ditimbulkan inilah yang menjadi dasar permintaan maaf pemimpin redaksi.

Dari posting ini, saya juga menyadari, bahwa pada akhirnya cacian mereka berujung pada penghinaan terhadap diri saya pribadi. Salah satu poinnya, adalah latar belakang pendidikan saya. Saya akui, saya tak pernah mendalami ilmu agama secara formal. Namun, yang mungkin tidak mereka ketahui, bahwa pekerjaan sebagai karyawan di bagian pemberitaan, sejatinya merupakan sekolah alami bagi seseorang yang haus akan penguasaan ilmu, termasuk ilmu agama.

Latar belakang sebagai pekerja media, memudahkan saya untuk berdiskusi dengan siapapun, termasuk para ustadz, ulama, kyai dan para tokoh masyarakat. Diskusi inilah, yang pada akhirnya menjadi sumber ilmu saya. Banyak hal baru, dalam konteks ilmu beragama, yang saya dapatkan, dan amat sangat saya syukuri. Sehingga, menyebut saya orang “koplak” karena pendidikan formal tak mumpuni dalam menulis tentang keagamaan, hanya bisa membuat saya prihatin. Dengan logika bahwa hanyalah orang berlatar belakang dan pengalaman mumpuni yang boleh menulis, maka sampai kapanpun, menurut saya tidak akan pernah ada orang yang mampu menuliskan kematian, kiamat, akhirat, dan hal hal ghaib lainnya. Tapi, bukankah dari membaca dan diskusi kita bisa mendapatkan tambahan ilmu baru, meskipun itu tak pernah kita pelajari di sekolah…????

Dan, yang terakhir, Insha Allah, dalam menyampaikan gagasan, ide, pemikiran, dan opini, saya akan selalu menampilkan jati diri saya yang sesungguhnya… Mengapa? Karena saya menganggap diri saya sebagai seorang yang siap mempertanggungjawabkan pemikiran saya.

Demokrasi, yang menjamin kebebasan berpendapat membutuhkan satu persyaratan dasar dalam pelaksanaannya, yaitu siap mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang berkenaan dengan pendapat yang dilontarkan. Dan, siapakan para pencaci dan penggagas media penolak Khazanah di Trans|7 ??? Sulit dilacak satu persatu, bukan karena susah, karena mereka lebih senang berlindung di balik nama palsu…

Akhir kata, inilah tulisan saya yang terakhir, terkait dengan polemik pelaporan Khazanah ke KPI. Aneka respon, cacian dan hinaan lanjutan, akan saya pantau, namun tak akan saya tanggapi… Karena saya yakin, Insha Allah, apa yang saya lakukan terkait dengan penulisan ini, memiliki landasan dan fakta yang jelas… Dan, saya akui, saya belajar banyak dari kasus pelaporan itu… Alhamdulillah, Allah SWT memberi saya kesempatan untuk belajar sabar, bijak dan mengetahui bahwa segala cacian dan hinaan tidaklah akan melunturkan nilai nilai kebajikan yang kita niatkan dan lakukan… Aamiin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s