Hipotesis dan Kelompok Kontrol

Penelitian kuantitatif, pada dasarnya adalah sebuah penelitian untuk menguji hipotesis. Hipotesis adalah sebuah jawaban sementara, atas sebuah permasalahan. Penyusunan hipotesis, didasarkan atas kajian teori yang sudah ada. Sehingga, pada dasarnya, penelitan kuantitatif adalah sebuah penelitian untuk menguji teori yang sudah ada. Mahasiswa S1 dan S2, ketika akan menuliskan sebuah skripsi atau tesis, secara ideal terlebih dahulu untuk melakukan sebuah penelitian kuantitatif. Karena, di kedua strata tersebut, sifat pendidikannya berupa pendalaman teori yang sudah ada, berbeda dengan kandidat Doktor atau mahasiswa S3, yang tujuan utamanya dalam belajar, adalah untuk mencari sebuah teori baru.

Hipotesis, yang akan diuji, berupa sebuah kalimat pernyataan, yang menjawab rumusan masalah. Sebagian besar, Hipotesis memiliki dua bentuk, yaitu Hipotesis null (H0) dan Hipotesis Alternatif (H1). Perbedaan mendasar dari kedua hipotesis tersebut adalah :

H0 : Tidak terdapat (pengaruh/perbedaan/hubungan) antara variabel sebab (variabel bebas) dengan variabel

akibat (variabel tergantung) pada (kelompok/populasi)

H1  : Terdapat (pengaruh/perbedaan/hubungan) antara variabel sebab (variabel bebas) dengan variabel

akibat (variabel tergantung) pada (kelompok/populasi)

Uji hipotesis, yang berupa analisis data statistik, akan dilakukan dengan cara menghitung Ragam/Varian/Rata Rata diantara kelompok sampel, yang mewakili populasi. Akhir dari uji statistika, akan dapat menyimpulkan menerima atau menolak H0. H0 diterima bila nilai p lebiih besar dari tingkat kesalahan. Sedangkan H0 ditolak apabila nilai p lebih kecil dari tingkat kesalahan.

Biasanya, dalam sebuah penelitian kuantitatif, desain penelitian, ditujukan untuk menolak H0. Sehingga kesimpulan yang didapat adalah terdapat perbedaan/pengaruh/hubungan diantara variabel sebab dan akibat. Untuk itulah, diperlukan sebuah kelompok kontrol, dalam sebuah penelitian kuantitatif.

Fungsi dari Kelompok kontrol, adalah sebagai pembanding, dari sebuah kelompok perlakukan atau observasi. Salah satu contoh fungsi kelompok kontrol dalam sebuah penelitian ada dalam beberapa contoh di bawah ini :

Rumusan Masalah : Apakah pemberian Hormon FSH dapat meningkatkan jumlah sel telur yang di ovulasika

Desain Penelitian :

Kelompok Kontrol          : Kelompok tanpa pemberian FSH

Kelompok Perlakuan      : Kelompok dengan FSH 2 mg

Dengan desain seperti ini, diharapkan hasil penelitian menunjukkan perbedaan sel telur yang diovulasikan. Sehingga bisa disimpulkan pemberian hormon FSH berpengaruh terhadap jumlah sel telur yang diovulasikan, sehingga sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa hormon FSH dapat meningkatkan jumlah sel telur yang mengalami proses pematangan, dari folikel ke 3 menjadi folikel de Graf.

Penelitian kuantitatif dengan perlakuan kontrol seperti ini, bisa dilakukan dengan cara pemanfaatan hewan coba atau secara eksperimental. Tetapi, penelitian ini, juga didapatkan dengan cara mengobservasi dengan cara melakukan pengamatan pada beberapa contoh (sampel).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s