Dasar Penelitian Kuantitatif

Penelitian, menurut saya, adalah sebuah tindakan terstruktur dan dilandasi landasan ilmiah, untuk merumuskan dan memecah masalah. Permasalahan, sejatinya tak akan pernah berhenti, akibatnya, ilmu pengetahuan yang menjadi senjata untuk memecahkan masalah, akan senantiasa berkembang. Bagi kaum terpelajar, sebenarnya sumber permasalahan terletak pada perbedaan antara realita atau fenomena, dengan apa yang sudah tertulis dalam sebuah teori.

Bagi pelajar di tingkatan pendidikan tinggi, seperti strata1,2, dan 3, sudah seharusnya memiliki kemampuan untuk merumuskan dan memecahkan masalah yang ada, secara terstruktur, ilmiah, dan tentu saja tertulis. Untuk, itu, mulai jenjang s1 hingga ke tingkatan lebih lanjut, sebuah karya ilmiah, wajib dihasilkan, sebagai pertanda, bahwa calon sarjana, magister dan doktor tersebut mampu merumuskan, menganalisa, dan memecahkan masalah.

Usaha untuk menuliskan skripsi, tesis dan disertasi, biasanya dilakukan dengan cara melakukan sebuah penelitian. Dan, sebenarnya, penelitian, berdasarkan metodenya, dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif. Perbedaan mendasar dari sebuah penelitian kuantitatif dan kualitatif terletak dalam pengujian dan pencarian teori. Penelitian kuantitatif pada dasarnya adalah pengujian atas sebuah teori yang sudah ada, sedangkan penelitian kualitatif, pada dasarnya adalah sebuah penelitian untuk mencari sebuah teori baru. Disinilah dasar konsep atas penelitian untuk mahasiswa s1, s2, dan s3. Sepengetahuan saya, mahasiswa s1 dan s2 pada dasarnya dibebani untuk meneliti dan menguji sebuah teori yang ada dan mengimplementasikannya dalam memecahkan permasalahan. Dengan kondisi tersebut, maka penelitian untuk menulis skripsi dan tesis, didasarkan pada sebuah penelitian kuantitatif. Sedangkan penelitian untuk menulis disertasi, maka sebagian besar didasarkan atas sebuah penelitian kualitatif, karena kandidat Doktor, seharusnya mampu membuktikan sebuah teori yang baru.

Dalam penelitian kuantitatif, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu :

  1. Variabel. Dalam sebuah penelitian kuantitatif, variabel yang diteliti harus berupa data yang terukur, dan memiliki skala data, apakah termasuk data nominal (data kualitatif), ordinal, interval, atau rasio. Data rasio dan interval adalah data kuantitatif. Selain memperhatikan skala data dalam variabel, hubungan antar variabel dalam penelitian kuantitatif, haruslah dijelaskan dan menjadi kerangka konseptual. Pada dasarnya variabel variabel yang diteliti dibagi menjadi variabel sebab, penghubung dan akibat.
  2. Metode sampling. Dalam penelitian kuantitatif, metode sampling yang digunakan adalah metode probability sampling (simple random sampling, systematic random sampling, cluster random sampling dan stratified random sampling).
  3. Hipotesis. Dalam sebuah penelitian kuantitatif, hipotesis haruslah ada. Dan hipotesis yang diajukan terdiri ata H0 dan H1. H0 biasanya cenderung untuk ditolak, dan menerima H1. Dengan kecenderungan untuk menolak H0, maka biasanya peneliti membuat sebuah kelompok kontrol, khususnya pada sebuah penelitian eksperimental. Kelompok kontrol inilah, yang akan dijadikan landasan untuk menolak H0, karena biasanya H0 berbunyi “Tidak terdapat perbedaan/pengaruh dari… terhadap…”
  4. Hasil sebuah penelitian akan dapat digenaralisasikan, sehingga dapat digunakan untuk mengkaji seluruh populasi.
  5. Obyektivitas hasil penelitian kuantitatif juga lebih baik daripada penelitian kualitatatif, karena peneliti dalam sebuah penelitian kuantitatif menjaga jarak dengan sampel dan seluruh variabel yang sifatnya terukur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s