Analisa Statistika dalam Bidang Pemasaran (2)

Seorang wirausahawan, ingin mengetahui, lokasi seperti apakah, yang cocok, untuk membuka usaha kebab. Untuk itu, dia melakukan survey lokasi terhadap 200 gerai kebab di seluruh wilayah Jabodetabek. Dalam melakukan survey, dia mengelompokkan gerai kebab, sebagai yang laris dan yang tidak. Parameter laris atau tidak adalah jumlah omzet perharinya. Gerai yang laris adalah gerai yang beromzet lebih dari 350 ribu per harinya, jika dibawah itu, maka tergolong yang tidak laris. Selain itu, ia juga melakukan pengamatan terhadap variabel berikut ini :

  1. Harga Franchise gerai Kebab
  2. Jumlah mobil yang lalu lalang di depan gerai per 10 menit
  3. Jumlah sepeda motor yang lalu lalang di depan gerai per 10 menit
  4. Jumlah orang yang lalu lalang di depan gerai per 10 menit
  5. Harga tanah di sekitar gerai
  6. Rata rata umur pembeli per hari
  7. Rata rata jumlah anak pembeli per hari
  8. Harga jual Kebab termurah
  9. Banyaknya kedai kebab dalam radius 2 km
  10. Banyaknya penjual burger dalam radius 2 km

10 variabel diatas adalah variabel dependent (bebas).

Dalam analsis diskriminan, kita akan menganalisa variabel bebas manakah, yang membedakan antara gerai kebab yang laris dan yang tidak laris.

Misalnya, hasil dari analisis Diskriminan menunjukkan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap kelarisan kedai kebab di Jabodetabek adalah variabel no 1,3,4, dan 8.

Sehingga ketika ia memutuskan untuk membuka kedai kebab, yang harus diperhatikan adalah :

Variabel no1 : Harga franchise dari gerai kebab, karena ternyata harga franchise terkait erat dengan image merek Kebab. Sehingga menjual kebab dengan merek A, dirasa lebih laris, karena masyarakat lebih mengenal merek ini, dibandingkan dengan merek lainnya. Sehingga meski sedikit lebih mahal merek A dirasa lebih menjanjikan.

Variabel no 3 : Ternyata, pembeli kebab yang bersepeda motor, sangat berpengaruh terhadap laris atau tidaknya gerai. Karena pengemudi sepeda motor lebih beragam dibanding pengemudi mobil, karena sepeda motor lebih mudah dikendarai, sehingga bisa dijalankan oleh lebih banyak kelompok usia. Selain itu, pembeli bersepeda motor sangat menentukan kelarisan, karena sepeda motor tidak membutuhkan parkir, sehingga pembeli tidak perlu membayar uang parkir.

Variabel no 4 : Ternyata, gerai kebab yang laris di Jabodetabek adalah gerai yang terletak di lokasi dimana banyak orang berlalu lalang, seperti di depan mall, stasiun, terminal, sekolah, kampus, dan rumah sakit. Sehingga lokasi seperti ini menentukan kelarisan dari gerai kebab.

Variabel no 8 : Ternyata, gerai kebab yang laris adalah gerai kebab dengan harga yang murah, sehingga terjangkau oleh semua kelompok masyarakat.

Karena hanya ada 4 variabel yang paling berpengaruh terhadap kelarisan kebab, maka 6 variabel lainnya, dapat diabaikan. Dan hasil analisis diskriminan akan menghasilkan sebuah fungsi liniear, sehingga dapat dijadikan dasar untuk melakukan peramalan kelarisan sebuah gerai baru di lokasi baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s