Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus

Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) adalah bakteri Staphylococcus aureus yang mengalami resistensi terhadap antibiotika metisilin. Metisilin adalah antibiotika turunan dari penisilin. Antibiotika penisilin adalah antibiotika dengan struktur bangun utama yang terbentuk atas sebuah cincin beta laktam. Cincin beta laktam ini menjadi kunci bagi penisilin dan obat obatan turunannya untuk menjalankan fungsinya sebagai bahan antibakterial. Apabila cincin beta laktam ini dipecah oleh sebuah enzim yang disebut dengan beta laktamase, maka penisilin dan obat obatan turunannya akan kehilangan daya antibakterialnya. Enzim beta laktamase tersebut diproduksi oleh bakteri, terutama bakteri gram positif, seperti Staphylococcus aureus. Enzim beta laktamase terdiri atas dua kelompok utama, yaitu penisilinase dan cephalosporinase. Penisilinase mampu memecah cincin beta laktam pada penisilin dan turunannya, sedangkan cephalosporinase mampu memecah cincin beta laktam pada obat cephalosporine dan turunannya.

Adanya resistensi bakteri terhadap penisilin karena aktivitas penisilinase, diatasi dengan mengembangkan obat baru, yang tahan penisilinase dan beta laktamase. Dan salah satu obat baru tersebut adalah methicillin. Methicillin adalah antibiotika semi sintetis, artinya obat ini merupakan obat yang dihasilkan dengan cara memodifikasi struktur kimia penisilin alami, yang didapatkan setelah mengkultur jamur Penisilium. Modifikasi struktur kimia tersebut menghasilkan sebuah hambatan (steric hindrance) yang menyebabkan penisilinase tidak mampu berikatan dengan cincin beta laktam dan memecahnya. Penggunaan methicillin sebagai obat antibakteri banyak diaplikasikan untuk mengatasi infeksi bakteri gram positif seperti Staphylococcus, Streptococcus dan E. coli. Tetapi penggunaan methicillin tersebut menimbulkan efek samping, salah satunya adalah nefritis ( radang pada bagian nefron ginjal). Selain itu, sejak era 70-an, mulai muncul resistensi, khususnya bakteri Staphylococcus aureus, sehingga muncul istilah baru, yaitu Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA).

Resistensi MRSA terhadap antibiotika khususnya methicillin, disebabkan oleh perubahan protein yang dikenal dengan istilah penicillin binding protein 2a (PBP2a). PBP2a adalah sebuah protein penicillin binding protein (PBP) yang telah mengalami perubahan afinitas. Perubahan afinitas tersebut menyebabkan perubahan sifat PBP yang seharusnya mampu berikatan dengan penicilin menjadi berubah, sehingga tidak mampu berikatan. PBP yang berubah afinitasnya terhadap methicillin disebut dengan PBP2a. PBP2a adaalah sebuah protein yang merupakan hasil ekspresi dari gen MecA. Gen MecA tersebut dapat dipindahkan dari satu spesies bakteri ke spesies lainnya. Akibat dari perpindahan tersebut, membuat bakteri yang semula peka terhadap penisilin menjadi resisten. Resistensi bakteri yang terjadi karena adanya pertukaran gen, seperti hal ini disebut dengan acquired resistance.

Patogenitas MRSA menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan Staphylococcus aureus, terkait dengan resistensinya terhadap antibiotika. Resistensi ini menyebabkan keparahan penyakit yang ditimbulkan oleh infeksi MRSA. Salah satu bentuk terburuk dari infeksi MRSA adalah dilakukannya tindakan amputasi pada bagian tubuh. Amputasi tersebut dilakukan karena keparahan luka karena yang ditimbulkan tidak lagi efektif diterapi dengan antibiotika dan untuk mencegah invasi bakteri ke organ tubuh lainnya. Selain menimbulkan keparahan luka, infeksi MRSA diduga kuat juga menyebabkan keparahan pneumonia (radang paru paru) yang disebabkan oleh infeksi Streptococcus. Keparahan tersebut diduga karena Streptococcus mendapat perlindungan terhadap daya antibakterial dari penisilin, karena produksi penisilinase dari MRSA dan Staphylococcus aureus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s